LAPORAN OBSERVASI
MUSEUM RONGGOWARSITO
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Islam
dan Budaya Jawa
Dosen Pengampu : M. Rikza Chamami, M.Si
Disusun oleh :
Fitri Meiyenny (123411043)
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN
KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM
NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015
I.
PENDAHULUAN
Museum
Ronggowarsito adalah museum terbesar di provinsi Jawa Tengah, yang di dalamnya
banyak memamerkan budaya-budaya asli jawa baik di masa animisme-dinamisme,
Hindu-Budha berjaya, Islam muncul, sampai proses kemerdekaan Indonesia.
Pameran
benda-benda peninggalan tersebut disusun secara apik di 4 area pameran
yaitu area A, B, C, D, cukup luas bukan?
Dan hasil field study yang telah kami
lakukan akan dipaparkan dalam pembahasan. Selamat membaca.
II.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa
saja koleksi yang ada di dalam museum Ronggowarsito?
2. Apa saja nilai budaya Jawa dilihat dari aspek sastra,
pewayangan, arsitektur, ekonomi dan pendidikan?
3.
Bagaimana nilai-nilai Islam yang terkandung dalam
budaya Jawa tersebut?
III.
PEMBAHASAN
A.
Koleksi yang Ada di dalam Museum Ronggowarsito
Pada hari minggu tanggal 10 Mei 2015 pukul
10.00 kami mahasiswa UIN Walisongo Semarang jurusan Pendidikan Bahasa Inggris
semester 6 mengunjungi museum Ronggowarsito. Kami banyak menemui koleksi
seperti fosil, bebatuan, blencong, gerabah, terakota, atap sirap, mustoko
masjid, tandu jenderal Sudirman, gambaran pertempuran ambarawa, gambaran
pertempuran Lima Hari di Semarang, miniatur pemberontakan DI/TII, arca ganesha,
tombak lajer, warak, relief ramayana.
Di Museum juga terdapat koleksi berbagai macam
keris, seperti tilam putih, jamang, sengkelat dan lainnya. Selain keris, ada
juga berbagai pameran busana tradisional Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah,
DIY. Ada juga berbagai miniatur bangunan seperti Masjid Agung Demak, Menara
Masjid Kudus, Vredeburg, Klenteng Sampoo Kong, Vihara Tanah Putih, Pura, Gereja
Bleduk, Gereja Gedangan, Masjid Baiturrahman.
Ada juga terdapat berbagai jenis koleksi
wayang, seperti wayang krucil, wayang golek, wayang kulit, wayang parwa (Mahabarata),
wayang kandha (Ramayana), wayang kidang kencana, wayang klithik gedhog, wayang
dupara, wayang budha, wayang warta, wayang sadat, wayang suket, wayang kancil.
Selain itu, ada juga koleksi alat musik seperti
angklung dan gamelan. Ada juga koleksi edukasi seperti palaentologika,
meteroit, fosil gajah, kerangka gajah, uang zaman dahulu dan lain sebagainya
dan ada juga gambaran rumah dan kehidupan ekonomi masyarakat Jawa lengkap
dengan pakaian identitas Jawa.
B. Nilai
Budaya Jawa Dilihat dari Aspek Sastra, Pewayangan, Arsitektur, Ekonomi dan
Pendidikan
1. Aspek
Sastra
Aspek ini
terlihat dari berbagai koleksi angklung dan gamelan dimana masyarakat bisa
memainkannya dan bisa menjadi alat musik iringan dalam sebuah pertunjukkan.
2. Aspek Pewayangan
Aspek pewayangan ini kita bisa melihat dari
berbagai koleksi wayang seperti wayang parwa yang menceritakan tentang
Mahabarata dan wayang kandha yang menceritakan tentang Ramayana dan juga wayang
yang lainnya yang masing-masing memiliki cerita tersendiri.
3. Aspek Arsitektur
Aspek ini bisa dilihat dari miniatur
bangunan-bangunan seperti miniatur Masjid Agung Demak, Menara Masjid Kudus,
Vredeburg, Klenteng Sampoo Kong, Vihara Tanah Putih, Pura, Gereja Bleduk,
Gereja Gedangan, Masjid Baiturrahman. Ada juga relief Ramayana, dimana relief
tersebut sebagai simbol budaya Jawa.
4. Aspek Ekonomi
Aspek Ekonomi ini kita bisa melihat dari
gambaran kehidupan masyarakat Jawa yang digambarkan dengan rumah dan keluarga
yang sedang melakukan mata pencahariannya dengan kesederhanaannya dan penuh
kerja keras dalam melakukannya.
5. Aspek Pendidikan
Kita bisa menemukan berbagai aspek pendidikan
di museum Ronggowarsito, masyarakat bisa mengetahui keaneragaman budaya Jawa
dimana setiap koleksi disertai dengan definisi dan penjelasan benda-benda koleksi,
sehingga dapat manambah pengetahuan bagi pengunjung. Ada juga disertai dengan
info mengenai fosil, palaentologi, kerangka gajah, koleksi uang kuno dan juga
berbagai gambaran peperangan yang terjadi di Jawa.
C. Nilai-nilai Islam yang Terkandung dalam Budaya
Jawa
Nilai Islam tampak pada miniatur bangunan
Masjid Agung Demak dan Menara Masjid Kudus (Masjid Aqsha). Bangunan Masjid
Aqsha Kudus bercorak bangunan Hindu dalam bentuk susunan bata merah tanpa
perekat yang mengingatkan pada kedhaton di komplek kerajaan Hindu. Bangunan
tersebut dimaksudkan untuk menarik simpati masyarakat Hindu pada waktu itu
memeluk Islam.
Masjid Aqsha Kudus memiliki corak khas Jawa
dimana memakai bentuk atap bertingkat atau tumpang tiga, yang diterjemahkan
sebagai lambang keislaman seseorang yang ditopang oleh tiga aspek, yaitu Iman,
Islam dan Ihsan dimana ditafsirkan tingkat dasar atau permulaan, tingkat
menengah dan tingkat akhir yang sejajar dengan jenjang vertikal Iman, Islam dan
Ihsan tersebut. Selain itu juga dianggap sejajar dengan syari’at, thoriqot dan
ma’rifat.
Selain masjid, nilai Islam juga terkandung pada
wayang. Wayang adalah budaya Jawa, awalnya wayang berceritakan Jawa, dan
sekarang juga ada wayang yang berceritakan tentang Islam dengan dilengkapi
dengan pakaian wayang yang Islami.
IV.
KESIMPULAN
Museum
Ronggowarsito adalah salah satu museum terbesar di Provinsi Jawa Tengah yang
banyak memamerkan peninggalan-peninggalan zaman pra-jawa, jawa Hindu-Budha,
jawa Kristen, jawa Islam, masa kemerdekaan, sampai dengan bermacam-macam mata
pencaharian masyarakat jawa dan kebudayaaannya.
Semoga
dengan apa yang telah kami paparkan dapat menumbuhkan rasa memiliki yang lebih
dengan budaya-budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar