Jumat, 12 Juni 2015



Sinopsis Begawan Cipta Wening
(Pewayangan Semalam Suntuk Dalam Rangka Dies Natalies UIN Walisongo)
by: Fitri Meiyenny
Student of English Language Teaching’12

Dikisahkan ada seorang Raja Raksasa yang bernama Prabu Niwatakawaca yang bertempat tinggal di Ima-imantaka. Raja raksasa ini ingin meminang salah satu bidadari di Suralaya, yaitu Dewi Supraba. Tetapi permintaan itu ditolak oleh Dewa Indra, sehingga membuat sang raksasa murka dan ia berjanji akan Kaendran (tempat Dewa Indra).
Hal ini membuat Dewa Indra khawatir, sehingga ia berpikir ntuk meminta bantuan Raden Arjuna. Sayangnya Raden Arjuna sedang bertapa di bukit Indrakila, sehingga akan sulit tentunya untuk dimintai bantuan. Akhirnya Dewa Indra mengutus para bidadari untuk turun dan menggoda pertapaan Raden Arjuna. Tetapi usaha itu tidak berhasil.
Tak disangka-sangka, Prabu Niwatakawaca mengutus raksasa sakti bernama Mamangmurka untuk membunuh Raden Arjuna. Mamangmurka pun mulai merusak tempat pertapaan Raden Arjuna, dan ini memyebabkan marahnya Raden Arjuna, sehingga ia menyumpahi Mamangmurka menjadi babi hutan. Hal ini tidak disia-siakan oleh Dewa Indra. Dewa Indra pun turun dan menyamar menjadi Pendeta Resi Padya yang datang dan ingin memanah babi hutan jadi-jadian itu. Saat si Pendeta melepaskan anak panahnya, begitu pula dengan Raden Arjuna, sehingga menimbulkan sedikit perselisihan atas siapa yang telah membunuh babi hutan a.k.a Mamangmurka.
 Perselisihan ini dimanfaatkan oleh Dewa Indra untuk meminta bantuan Raden Arjuna agar ia membunuh Prabu Niwatakawaca yang tidak lain adalah Raja Raksasa yang mengutus Mamangmurka. Maka murkalah Raden Arjuna, ia pun segera mencari Prabu Niwatakawaca. Terjadi pertarungan sengit antara keduanya, tetapi sesuai dengan apa yang telah diramalkan oleh Dewa Indra, maka Raden Arjuna lah yang keluar sebagai pemenangnya. Ia berhasil membunuh Prabu Niwatakawaca dan mendapatkan hadiah dari Dewa Indra, yaitu menjadi Raja di Kaendran untuk beberapa hari lamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar