Sinopsis Begawan Cipta Wening
(Pewayangan Semalam Suntuk Dalam
Rangka Dies Natalies UIN Walisongo)
by:
Fitri Meiyenny
Student
of English Language Teaching’12
Dikisahkan
ada seorang Raja Raksasa yang bernama Prabu Niwatakawaca yang bertempat tinggal
di Ima-imantaka. Raja raksasa ini ingin meminang salah satu bidadari di
Suralaya, yaitu Dewi Supraba. Tetapi permintaan itu ditolak oleh Dewa Indra,
sehingga membuat sang raksasa murka dan ia berjanji akan Kaendran (tempat Dewa
Indra).
Hal
ini membuat Dewa Indra khawatir, sehingga ia berpikir ntuk meminta bantuan
Raden Arjuna. Sayangnya Raden Arjuna sedang bertapa di bukit Indrakila,
sehingga akan sulit tentunya untuk dimintai bantuan. Akhirnya Dewa Indra
mengutus para bidadari untuk turun dan menggoda pertapaan Raden Arjuna. Tetapi
usaha itu tidak berhasil.
Tak
disangka-sangka, Prabu Niwatakawaca mengutus raksasa sakti bernama Mamangmurka
untuk membunuh Raden Arjuna. Mamangmurka pun mulai merusak tempat pertapaan
Raden Arjuna, dan ini memyebabkan marahnya Raden Arjuna, sehingga ia menyumpahi
Mamangmurka menjadi babi hutan. Hal ini tidak disia-siakan oleh Dewa Indra.
Dewa Indra pun turun dan menyamar menjadi Pendeta Resi Padya yang datang dan
ingin memanah babi hutan jadi-jadian itu. Saat si Pendeta melepaskan anak
panahnya, begitu pula dengan Raden Arjuna, sehingga menimbulkan sedikit
perselisihan atas siapa yang telah membunuh babi hutan a.k.a Mamangmurka.
Perselisihan ini dimanfaatkan oleh Dewa Indra
untuk meminta bantuan Raden Arjuna agar ia membunuh Prabu Niwatakawaca yang
tidak lain adalah Raja Raksasa yang mengutus Mamangmurka. Maka murkalah Raden
Arjuna, ia pun segera mencari Prabu Niwatakawaca. Terjadi pertarungan sengit
antara keduanya, tetapi sesuai dengan apa yang telah diramalkan oleh Dewa
Indra, maka Raden Arjuna lah yang keluar sebagai pemenangnya. Ia berhasil
membunuh Prabu Niwatakawaca dan mendapatkan hadiah dari Dewa Indra, yaitu
menjadi Raja di Kaendran untuk beberapa hari lamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar